Never do the abortion!!



Sepenggal surat cinta untuk mama tercinta…..

Mama sayang….

Aku di surga sekarang, duduk di pangkuan Tuhan.
Ia mengasihiku dan menangis bersamaku sebab
pedih pilu hatiku. Begitu ingin aku menjadi putri
mungil mu.

Tidak terlalu mengerti aku akan apa yang telah
terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai
menyadari keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang
gelap, namun nyaman. Aku melihat aku punya jari-
jari dan jempol. Aku cantik seturut
perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan
tempatku.

Aku menghabiskan sebagian besar waktuku
dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak hari-hari
pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara
engkau dan aku.

Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku
menangis bersamamu.

Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku
menangis.

Aku dengar Papa memaki balik.

Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik
kembali.

Aku heran mengapa engkau begitu sering
menangis.

Suatu hari engkau menangis hampir sepanjang
hari.

Pilu hatiku karenanya.

Tak dapat kubayangkan mengapa engkau begitu
berduka.

Pada hari itu juga, hal yang paling mengerikan
terjadi.

Suatu monster yang amat keji masuk ke tempat
hangat dan nyaman di mana aku berada.

Aku sangat takut, aku mulai menjerit, tapi tak
sekalipun engkau berusaha menolong. Mungkin
engkau tak pernah mendengarku……..

Monster itu semakin lama semakin dekat
sementara
aku terus berteriak, “Mama, Mama, tolong aku…..,
Mama……tolong aku.”

Suatu teror yang ngeri aku rasakan. Aku berteriak
dan berteriak…….hingga tak sanggup lagi. Lalu
monster itu mulai mencabik lenganku. Sungguh
sakit rasanya, sakit yang tak kan pernah dapat
kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak
berhenti. Oh….bagaimana aku harus mohon agar ia
berhenti. Aku menjerit sekuat tenaga sementara ia
mencabik putus kakiku.

Sepenuhnya aku dalam kesakitan, aku sekarat.

Aku tahu tak kan pernah aku melihat wajahmu atau
mendengarmu membisikkan betapa engkau
mengasihiku.

Aku ingin menghapus butir-butir air matamu.

Aku punya begitu banyak rencana untuk
membuatmu bahagia, Mama….Tapi aku tak dapat.
Mimpi-mimpiku musnah sudah.

Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan
pilunya hati kurasakan melampaui segalanya.
Lebih dari segalanya aku ingin menjadi putrimu.

Tak ada gunanya sekarang, aku meregang nyawa
dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-hal
buruk yang terlintas di benakku. Begitu ingin aku
mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum
aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat
engkau mengerti.

Dan segera saja, aku tak lagi punya napas untuk
mengatakannya; aku mati.

Aku merasa diriku terangkat, seorang malaikat
besar membawaku ke suatu tempat yang besar
dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa
sakit tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku
kepada Tuhan dan membaringkanku dalam pelukan
Nya. Tuhan mengatakan bahwa Ia mencintaiku.
Lalu, aku merasa bahagia. Dan kini aku berada didalam panguanNya.

Kutanya pada-Nya, apa itu yang
membunuhku.

Jawab-Nya,
“Aborsi, Aku menyesal anak-Ku; karena Aku tahu
bagaimana ngeri rasanya.”

Aku tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin
nama monster itu.

Aku menulis untuk mengatakan betapa aku
mengasihimu……dan mengatakan padamu betapa
ingin aku menjadi putri mungilmu.

Aku telah berjuang sehabis-habisnya untuk hidup,
aku ingin hidup……! Kuat keinginanku, tapi aku tak
mampu; monster itu terlalu kuat…Dicabik-cabiknya
lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh
tubuhku…..
Tak mungkin bagiku untuk hidup. Aku hanya ingin
engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal
bersamamu. Aku tidak mau mati! Juga Mama,
berhati-hatilah terhadap monster bernama aborsi itu.
Mama aku mengasihimu…..Aku sedih engkau harus
menanggung rasa sakit seperti yang kualami.

Berhati-hatilah,

Peluk cium,
Bayi Perempuanmu………





Posted in Hari ini, Kesehatan | Share


Baca juga artikel terkait berikut :

6 Responses to “Never do the abortion!!”


  1. sangat menyentuh..
    ngeri juga melihat zaman sekarang yang menganggap aborsi sebagai simbol modernitas dan dianggap hal yang lazim dilakukan demi menyelamatkan kehormatan keluarga. padahal setiap lelaku kita di dunia pasti menjelma nanti di sana..
    salam
    pensiun kaya´s last blog ..Bagaimana Cara Membeli dan Menjual Reksadana? My ComLuv Profile

    ReplyReply


  1. coba misalnya para ibu ato calon ibu yang melakukan aborsi itu tau sakitnya si calon bayi, apakah mereka tak akan melakukan aborsi itu? ataukah memang sakit karena malu yang mereka rasakan (ibu red) lebih-lebih dari sakitnya si calon bayi itu, dan kalo memang iya; maka sungguh terlalu si ibu itu melakukan aborsi :(
    katakataku´s last blog ..Maafkan Aku My ComLuv Profile

    ReplyReply


  1. Mungkin bukan hanya seorang ibu. tetapi skr kebanyakan ABG yang melakukan aborsi.. mungkin puisi ini cocok bagi para ABG dan ibu2 yang ingin aborsi

    ReplyReply


  1. coba misalnya para ibu ato calon ibu yang melakukan aborsi itu tau sakitnya si calon bayi, apakah mereka tak akan melakukan aborsi itu? ataukah memang sakit karena malu yang mereka rasakan (ibu red) lebih-lebih dari sakitnya si calon bayi itu, dan kalo memang iya; maka sungguh terlalu si ibu itu melakukan aborsi
    Celeng Lewat´s last blog ..Memasang Banner Recent Posts pada Blog My ComLuv Profile

    ReplyReply


  1. Allah SWT sudah mentakdirkan manusia untuk berkembang steps by steps; ini tidak bisa dihindarkan tentunya. Memaksa untuk Merubah takdir dalam kasus aborsi sangat menyakitkan bagi si bayi Perempuan itu (juga bayi laki-laki) tentunya. Sebuah Meta-Dialog yang baik buat kita renungkan bersama.
    Munawar AM´s last blog ..Koneksi Internet SMART Yang Tidak Terbatas My ComLuv Profile

    ReplyReply


  1. SAY NO TO ABORTION….

    ReplyReply




Leave a Reply

CommentLuv Enabled